Selamat datang di situs web kami!

Panduan Komprehensif untuk Pemasangan dan Perawatan Bantalan UCP214

Deskripsi Singkat:

Cincin luar bantalan UCP memiliki desain bulat yang sesuai dengan permukaan cekung rumah bantalan. Struktur ini memungkinkan kompensasi ketidaksejajaran aksial dalam kisaran 0,5° hingga 2°, sehingga mengakomodasi berbagai kondisi pemasangan. Konstruksi terintegrasi menyederhanakan proses perakitan dan memungkinkan penggantian komponen bantalan secara individual selama perawatan, sehingga mengurangi waktu perawatan dan biaya terkait. Segel kontak dua sisi secara efektif mencegah masuknya debu, sehingga bantalan ini cocok untuk digunakan di lingkungan berdebu. Selain itu, bantalan UCP mampu beroperasi dengan andal pada suhu mulai dari -30°C hingga 120°C, yang memastikan penerapannya dalam aplikasi kecepatan tinggi dan beban berat.


Detail Produk

Label Produk

Panduan Komprehensif untuk Pemasangan dan Perawatan Bantalan UCP214,
,

  Ukuran Bantalan UC (mm) Ukuran BLOK (rumah) (mm)  
MODEL cincin dalam Lingkaran luar tinggi cincin bagian dalam lebar panjang tinggi Jarak lubang berat Kg
UCP214F 70 125 74.6 73.3 264 157 210 6.3

Putaran per menit
membatasi 7000 putaran
Jaminan 1500 putaran

pengklasifikasian bantalan Z3V2

Kelas aksesori
Gemuk RENDAH-20 TINGGI+250
Bola G8
Bahan Gcr15
Kurungan Lunak
Bahan blok HT200
Cincin penyegel Tipe kontak F, tahan debu, tahan air

pabrik1
pabrik2
pabrik3Bantalan UCP214, juga dikenal sebagai bantalan polos bulat berselubung, banyak digunakan dalam berbagai peralatan mekanik karena kemampuannya untuk menyesuaikan diri. Pemasangan yang tepat dan perawatan yang teliti sangat penting untuk memastikan umur pakai bantalan ini dan pengoperasian peralatan terkait yang stabil. Berikut ini adalah beberapa tindakan pencegahan mendalam mengenai pemasangan dan perawatan bantalan UCP214:

I. Tindakan Pencegahan Pemasangan
1. Persiapan Pra-instalasi
Persyaratan Lingkungan: Proses pemasangan harus dilakukan di lingkungan yang kering dan bebas kontaminasi. Hal ini untuk mencegah debu dan kontaminan lainnya masuk ke dalam bantalan, yang berpotensi membahayakan kinerja dan masa pakainya.
Perawatan Permukaan: Permukaan leher poros harus dibersihkan dan dipoles dengan cermat untuk mendapatkan hasil akhir yang halus. Semua gerigi atau tonjolan harus dihilangkan, dan lapisan oli pelumas anti karat harus dioleskan. Ini tidak hanya melindungi poros dari korosi tetapi juga mempermudah proses pemasangan.
Verifikasi Dimensi: Sangat penting untuk memastikan bahwa dimensi poros dan rumah bantalan benar-benar sesuai dengan spesifikasi yang tercantum dalam gambar desain. Selain itu, pemeriksaan menyeluruh pada permukaan yang saling bersentuhan harus dilakukan untuk mengidentifikasi goresan atau ketidakberaturan apa pun yang dapat memengaruhi kecocokan.
Persiapan Alat: Siapkan semua alat pemasangan yang diperlukan, seperti kunci pas dan kunci tipe kait. Menggunakan alat yang tidak tepat dapat menyebabkan kesalahan pemasangan dan potensi kerusakan pada bantalan atau komponen terkait.
2. Langkah-langkah Instalasi
Instalasi Awal: Mulailah dengan melepas pin pengikat penutup bantalan. Oleskan oli pelumas secara merata pada permukaan yang saling bersentuhan antara rumah bantalan dan bantalan. Selanjutnya, pasang bantalan dengan hati-hati ke dalam rumah bantalan.
Perakitan Poros: Pasang rumah bantalan ke poros sebagai satu unit terintegrasi. Dorong ke posisi yang ditentukan, tetapi jangan mengencangkan baut pengikat pada tahap ini.
Penyesuaian Posisi: Setelah memasang bantalan di ujung lain poros yang sama, putar poros beberapa kali. Putaran ini memungkinkan bantalan untuk secara otomatis menyesuaikan posisinya. Setelah penyelarasan dioptimalkan, kencangkan baut rumah bantalan.
Metode Fiksasi:
Penguncian Sekrup Penentu Posisi: Gunakan kunci heksagonal atau kunci torsi untuk mengencangkan kedua sekrup penentu posisi dengan aman. Metode ini memberikan cara yang andal untuk memasang bantalan pada tempatnya.
Penguncian Cincin Eksentrik: Gunakan kunci pas tipe kait untuk memutar cincin pengunci eksentrik searah putaran utama. Selanjutnya, gunakan kunci heksagonal untuk mengencangkan sekrup pengatur posisi, memastikan sambungan yang stabil.
Cara Mengunci Selongsong: Gunakan kunci pas tipe kait untuk memutar mur pengunci selongsong. Tekan perangkat dengan kuat ke dalam selongsong untuk mendapatkan pemasangan yang aman.
3. Pertimbangan Teknis Instalasi
Penerapan Gaya: Saat memasang bantalan, gaya harus diterapkan secara tepat pada komponen yang sesuai. Secara khusus, cincin bagian dalam harus dipasang pada poros, dan cincin bagian luar pada rumah bantalan. Hindari menerapkan gaya pada area yang salah, karena hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada permukaan jalur bantalan.
Distribusi Gaya yang Merata: Selama proses pemasangan, gaya yang diterapkan harus tegak lurus dan terdistribusi secara merata. Hal ini membantu mencegah tekanan yang tidak merata pada bantalan, yang dapat menyebabkan keausan atau kerusakan dini.
Pemanasan Instalasi (untuk Bantalan Berukuran Besar dengan Pemasangan Interferensi): Untuk bantalan berukuran besar dengan pemasangan interferensi, metode pemanasan rendaman oli (dengan suhu maksimum 120°C) atau pemanasan induksi listrik dapat digunakan. Teknik-teknik ini mempermudah proses pemasangan dengan sedikit memuai bantalan, sehingga memungkinkan pemasangan yang lebih sempurna.
Pencegahan Kontaminasi: Bantalan hanya boleh dibuka ketika siap dipasang. Sepanjang proses pemasangan, jaga kebersihan lingkungan kerja untuk meminimalkan risiko kontaminasi.
II. Praktik Pemeliharaan Harian
1. Manajemen Pelumasan
Pemilihan Pelumas: Pilih gemuk pelumas yang sesuai berdasarkan lingkungan kerja spesifik bantalan. Untuk aplikasi suhu tinggi, disarankan untuk menggunakan gemuk pelumas dengan titik leleh di atas 180°C.
Interval Pelumasan: Lakukan pengisian ulang pelumas secara teratur untuk memastikan kinerja optimal. Di lingkungan bersuhu tinggi, siklus pengisian ulang harus dipersingkat untuk memperhitungkan peningkatan degradasi pelumas.
Kontrol Kuantitas Pelumasan: Hindari pelumasan berlebihan pada bantalan bulat luar, karena pelumasan yang berlebihan dapat menyebabkan panas berlebih. Sebaliknya, pelumasan yang tidak cukup dapat menyebabkan keausan yang lebih cepat. Pertahankan keseimbangan yang tepat untuk memastikan umur pakai bantalan yang lebih panjang.
Penggantian Pelumas: Sebelum menyuntikkan pelumas baru, bersihkan terlebih dahulu pelumas lama yang tersisa. Dianjurkan untuk menyaring pelumas baru sebelum digunakan untuk mencegah masuknya kontaminan.
2. Pemantauan Operasional
Pemantauan Suhu: Pasang sensor suhu di lokasi-lokasi kritis untuk memantau suhu bantalan secara terus-menerus. Jika suhu naik secara tidak normal dan terus-menerus, lakukan inspeksi segera untuk mengidentifikasi dan mengatasi masalah yang mendasarinya.
Deteksi Getaran: Gunakan penganalisis getaran untuk mengukur tingkat getaran bantalan. Pola getaran abnormal dapat mengindikasikan masalah pemasangan, kekurangan pelumasan, atau masalah mekanis lainnya.
Inspeksi Kebisingan: Gunakan stetoskop untuk memantau kebisingan putaran bantalan. Kebisingan yang tidak biasa dapat mengindikasikan kerusakan internal, seperti kontak logam ke logam atau keausan sangkar, atau pelumasan yang tidak memadai.
Penilaian Kondisi: Periksa secara berkala tampilan, kondisi pelumasan, dan status pemasangan bantalan. Pendekatan proaktif ini memungkinkan deteksi dini potensi masalah, sehingga memungkinkan perawatan tepat waktu dan mencegah masalah yang lebih besar.
3. Pembersihan dan Pelestarian
Pembersihan Lingkungan: Tingkatkan ventilasi peralatan dan segera bersihkan noda minyak, serbuk besi, dan debu. Hal ini membantu mencegah benda asing masuk ke bantalan dan menyebabkan kerusakan.
Pembersihan Rutin: Untuk bantalan yang ada dalam persediaan, lakukan pembersihan menyeluruh setahun sekali. Setelah dibersihkan, kemas bantalan dengan perawatan anti karat yang sesuai untuk melindunginya selama penyimpanan.
Perlindungan Penyegelan: Gunakan segel dan penutup pelindung yang sesuai untuk meminimalkan masuknya debu dan partikel lainnya. Hal ini membantu menjaga lingkungan kerja yang bersih untuk bantalan.
Kondisi Penyimpanan: Simpan bantalan di gudang yang bersih dan kering dengan kelembapan relatif tidak melebihi 65%. Hindari menyimpan bantalan bersamaan dengan produk kimia, karena dapat menyebabkan korosi atau kerusakan lainnya.
III. Kesalahan Umum dan Strategi Pencegahan
1. Jenis-Jenis Kesalahan Umum
Fenomena Kerusakan, Kemungkinan Penyebab, dan Langkah Pencegahan.
Pemanasan bantalan yang berlebihan, pelumasan yang tidak memadai, beban berlebih, pendinginan yang buruk. Pastikan pelumasan yang tepat, kendalikan beban, dan perbaiki kondisi pendinginan.
Suara Abnormal, Kontak Langsung Logam, Kerusakan Sangkar. Tambahkan pelumasan tepat waktu dan periksa kondisi sangkar secara teratur.
Keausan dan Pengelupasan Pelumasan, kelelahan, pengikisan, masuknya kontaminan. Jaga lingkungan kerja tetap bersih dan ganti pelumas secara berkala.
Tampilan gosong dan berubah warna. Suhu kerja abnormal, gesekan berlebihan. Pantau suhu dengan cermat dan pastikan pelumasan yang memadai.
Kerusakan sangkar: Beban kejut, pemasangan yang tidak tepat. Pasang bantalan dengan benar, hindari kelebihan beban, dan minimalkan paparan terhadap gaya benturan.
2. Poin-Poin Penting Pencegahan Kesalahan
Manajemen Pelumasan: Sekitar 80% kerusakan bantalan disebabkan oleh pelumasan yang tidak tepat. Oleh karena itu, sangat penting untuk menggunakan jenis dan jumlah pelumas yang benar untuk memastikan kinerja optimal.
Pengendalian Kontaminasi: Bersihkan area kerja, peralatan, dan tangan secara menyeluruh sebelum menangani bantalan. Tindakan sederhana namun efektif ini dapat secara signifikan mengurangi risiko kontaminasi.
Pemasangan yang Benar: Patuhi petunjuk pemasangan dari produsen secara ketat untuk memastikan pemasangan yang tepat. Hindari pemasangan yang terlalu longgar atau terlalu kencang, karena keduanya dapat menyebabkan keausan dan kerusakan dini.
Pemeriksaan Keselarasan: Pastikan poros dan rumah bantalan sejajar dengan tepat. Ketidaksejajaran dapat menyebabkan distribusi tegangan yang tidak merata dan panas berlebih, yang pada akhirnya memperpendek umur pakai bantalan.
Pemantauan Beban: Jaga agar bantalan beroperasi dalam rentang beban nominalnya. Beban berlebih dapat menyebabkan tekanan berlebihan pada bantalan, yang mengakibatkan keausan yang dipercepat dan potensi kegagalan.
3. Prosedur Penanganan Kesalahan
Diagnosis Awal: Tentukan sifat kerusakan dengan menganalisis pola suhu, getaran, dan kebisingan yang tidak normal. Penilaian awal ini membantu mengidentifikasi akar penyebab masalah.
Inspeksi Pembongkaran: Ikuti langkah-langkah pembongkaran yang benar untuk mengakses komponen bantalan. Periksa setiap komponen secara menyeluruh untuk melihat tanda-tanda keausan, kerusakan, atau ketidaknormalan lainnya.
Pembersihan dan Evaluasi: Lakukan proses pembersihan dua langkah, yang terdiri dari pencucian kasar dan pencucian halus, untuk menghilangkan kontaminan dan kotoran. Setelah dibersihkan, evaluasi apakah bantalan dapat diperbaiki atau perlu diganti.
Keputusan Penggantian: Untuk bantalan yang aus parah, berubah bentuk, atau rusak parah hingga tidak dapat diperbaiki, segera ganti untuk menghindari kerusakan peralatan lebih lanjut.
Pemasangan kembali: Pasang kembali bantalan sesuai dengan proses pemasangan standar, pastikan semua parameter berada dalam toleransi yang ditentukan. Hal ini memastikan berfungsinya bantalan dan peralatan secara keseluruhan dengan baik.
Dengan mematuhi spesifikasi pemasangan dan pedoman perawatan yang disebutkan di atas, masa pakai bantalan UCP214 dapat diperpanjang secara signifikan. Hal ini tidak hanya mengurangi waktu henti yang tidak direncanakan tetapi juga memastikan pengoperasian peralatan yang stabil. Menerapkan rencana perawatan pencegahan sangat disarankan, karena lebih hemat biaya daripada.


  • Sebelumnya:
  • Berikutnya:

  • Tulis pesan Anda di sini dan kirimkan kepada kami.