Selamat datang di situs web kami!

Pameran Peralatan dan Komponen Industri Indonesia

1. Tujuan Pembangunan Nasional Indonesia
Pemerintah Indonesia telah memperkenalkan “Peta Jalan Industri 4.0,” dengan tujuan untuk masuk dalam sepuluh besar ekonomi global pada tahun 2030. Inisiatif strategis ini berfokus pada pengembangan lima industri prioritas: makanan dan minuman, otomotif, elektronik, tekstil, dan kimia. Diperkirakan Industri 4.0 akan memberikan kontribusi sekitar USD 121 miliar terhadap PDB pada tahun 2025. Namun, fondasi industri Indonesia masih relatif kurang berkembang, dengan lebih dari 70% mesin dan peralatannya diimpor. Pada tahun 2024 saja, impor dari Tiongkok mencapai USD 5,5 miliar dan diperkirakan akan terus meningkat. Sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara, dengan populasi 280 juta jiwa, Indonesia kaya akan sumber daya alam. Pemerintah telah aktif berinvestasi dalam infrastruktur dan modernisasi industri, sehingga menciptakan permintaan yang signifikan untuk peralatan logistik, sistem transmisi tenaga listrik, mesin konstruksi, dan peralatan terkait lainnya. Akibatnya, skala pameran di Indonesia mengalami pertumbuhan pesat, dengan area pameran meluas dari 15.000 meter persegi pada tahun 2024 menjadi 40.000 meter persegi pada tahun 2025, dan jumlah peserta pameran meningkat dari 497 menjadi 1.800. Diperkirakan jumlah pengunjung akan melampaui 100.000, termasuk pembeli profesional dari seluruh Asia Tenggara.

Pameran Peralatan dan Komponen Industri Indonesia 2025 diselenggarakan bersama oleh Messe Muenchen International dan Messe Hannover (penyelenggara pameran global terkemuka) dan didukung oleh Kementerian Perindustrian Indonesia dan 15 asosiasi industri, seperti Asosiasi Logistik Indonesia dan Asosiasi Pengecoran Logam Indonesia. Lima sub-pameran yang berlangsung bersamaan, termasuk Pameran Metalurgi dan Pengecoran (MTM) dan Pameran Tenaga dan Energi Baru (PNE), akan mencakup 13 sektor industri utama, termasuk teknologi logistik, kompresor, dan pengencang.

2. Memperdalam Kerja Sama China-Indonesia
Inisiatif "Belt and Road" Tiongkok sangat selaras dengan proyek pembangunan infrastruktur Indonesia. Ekspor Tiongkok ke Indonesia mendapat manfaat dari insentif pajak, proses bea cukai yang disederhanakan, dan dukungan melalui perjanjian perdagangan bebas, yang secara efektif menurunkan hambatan masuk pasar bagi perusahaan.

TIN2025 mewakili sinergi antara kebijakan Industri 4.0 Indonesia dan integrasi ekonomi regional Tiongkok-ASEAN, muncul sebagai platform penting bagi perusahaan-perusahaan Tiongkok untuk berekspansi ke pasar Asia Tenggara.

Sebagai perusahaan terkemuka di industri bantalan China, TIN2025 memamerkan rangkaian produknya yang komprehensif di pameran tersebut, termasukBantalan Blok Bantal, Bantalan Rol Tirus, Rel Pemandu, Bantalan Linier, Bantalan Rol Bulat, dan lain-lain. Selama acara tersebut, produk ini mendapat pengakuan luas dari pelanggan internasional dan menjalin kerja sama dengan klien dari berbagai negara dan wilayah.

111111------111111111133333333333----------33333333333332222222222-------22222222224444444444444------------4444444444


Waktu posting: 05 Juni 2025